
3 Juni 2026 · Tim GroupBurn
Apa itu Circuit Training? Panduan Latihan Full-Body Pemula
Circuit training adalah rangkaian stasiun latihan full-body yang dilakukan berurutan. Pelajari cara kerja, manfaat, contoh circuit, dan tips untuk pemula.
Circuit training adalah latihan yang menggabungkan beberapa stasiun gerakan berbeda, dilakukan satu per satu secara berurutan dengan istirahat minimal. Setelah menyelesaikan semua stasiun, kamu menyelesaikan satu ronde — lalu ulangi.
Cara kerja circuit
Bayangkan 6–10 stasiun gerakan dalam satu putaran:
- Tiap stasiun dikerjakan 40–60 detik
- Istirahat singkat 15 detik antar stasiun
- Setelah semua stasiun selesai = 1 ronde, istirahat sedikit lebih panjang, lalu ronde berikutnya
Kuncinya: stasiun berurutan biasanya bergantian kelompok otot (atas → bawah → core → kardio) supaya satu area pulih sementara area lain bekerja. Itu membuat circuit terasa full-body dan tidak cepat tepar di satu otot.
Manfaat circuit training
- Full-body — melatih kekuatan dan kardio dalam satu sesi.
- Variatif — banyak stasiun, tidak membosankan.
- Fleksibel — bisa bodyweight atau pakai alat (dumbbell, plyo box).
- Cocok untuk semua level — tinggal atur durasi & intensitas stasiun.
- Bangun daya tahan otot sekaligus bakar kalori.
Contoh circuit pemula (bodyweight)
- Squat
- Push-up (atau versi lutut)
- Glute bridge
- Plank
- Jumping jacks
- Lunge bergantian
Lakukan tiap stasiun 40 detik, istirahat 15 detik, ulangi 2–3 ronde.
Tips untuk pemula
- Atur urutan agar tidak menghantam otot yang sama dua kali berturut-turut.
- Form dulu, kecepatan kemudian.
- Mulai 2–3 ronde, naikkan bertahap.
- Selalu pemanasan dan pendinginan.
Circuit vs HIIT vs Tabata
Circuit cenderung lebih panjang dan full-body; HIIT lebih eksplosif & berbasis interval; Tabata adalah HIIT super-ringkas 20/10. Selengkapnya: HIIT vs Circuit vs Tabata.
Mau circuit dengan stasiun otomatis & timer tersinkron? Lihat paket & harga atau cek daftar instruktur.